Titrasi Alkalimetri

Nama : Elba Annisa Nalinda

Nim : G1E121034

Link : https://youtu.be/Tybxh1BfRj4 

Komentar

  1. Pada jurnal https://www.researchgate.net/publication/323945380_Pengembangan_dan_Validasi_Metode_Analisis_Ketoprofen_Tablet_dengan_Metode_Absorbansi_dan_Luas_Daerah_di_Bawah_Kurva_Secara_Spektrofotometri_Ultraviolet dikatakan bahwa Pada penelitian sebelumnya metode penetapan kadar analisis ketoprofen tablet sudah dilakukan dengan cara KLT-Densitometri dan didapatkan fase gerak terbaik yang digunakan yaitu kloroform: metanol (9:1). Metode ini telah memenuhi syarat parameter validasi yaitu didapatkan koefisien korelasi untuk linearitasnya yaitu 0,9979 dan batas deteksi 71,4316 µg/mL dan kuantifikasi 238,1052 µg/mL. Persen perolehan kembali tablet generik ketoprofen yaitu 104,77 % dan persen perolehan kembali tablet Pronalges® yaitu 100,94 % (Mandela, 2015). Jadi penggunaan etanol sudah terlebih dahulu melalui pengujian dan didapatkan hasil yang sesuai

    BalasHapus
  2. seperti materi yang anda jelaskan yaitu tentang PERBANDINGAN PENETAPAN KADAR KETOPROFEN
    TABLET SECARA ALKALIMETRI DENGAN SPEKTROFOTOMETRI- UV , nah pertanyaan saya adalah mengapa harus dilakukan pengujian penetapan kadar ketoprofen dan apa fungsinya dilakukannya pengujian kadar ketoprofen untuk manusia?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pengujian penetapan kadar ketoprofen dilakukan untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas obat ketoprofen yang digunakan oleh manusia. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pengujian tersebut penting:

      Kualitas Produk: Pengujian penetapan kadar ketoprofen memastikan bahwa setiap tablet mengandung jumlah ketoprofen yang tepat sesuai dengan yang tertera pada label atau yang diharapkan oleh formulasi obat. Ini penting untuk menjaga kualitas produk yang konsisten dan meminimalkan variasi antara batch produksi. Kualitas yang konsisten juga penting untuk memastikan bahwa pasien menerima dosis yang konsisten dan terukur.
      Keamanan Pasien: Pengujian penetapan kadar ketoprofen juga berperan dalam memastikan keamanan penggunaan obat. Dosis yang terlalu tinggi dapat menyebabkan efek samping yang serius, sementara dosis yang terlalu rendah mungkin tidak memberikan manfaat terapeutik yang diharapkan. Dengan menguji dan memverifikasi kadar ketoprofen yang terkandung dalam tablet, risiko overdosis atau pemberian dosis yang tidak aman dapat dihindari.
      Efektivitas Pengobatan: Dalam penggunaan ketoprofen, efektivitas terapeutik tergantung pada dosis yang tepat. Pengujian penetapan kadar ketoprofen memastikan bahwa tablet mengandung jumlah yang efektif dari bahan aktif untuk meredakan peradangan, nyeri, atau demam. Dengan mengetahui kadar ketoprofen yang tepat, dapat dipastikan bahwa pasien menerima dosis yang memadai untuk pengobatan mereka.
      Standar Regulasi: Pengujian penetapan kadar juga merupakan persyaratan regulasi dalam industri farmasi. Badan pengawas kesehatan, seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia atau lembaga sejenis di negara lainnya, mengharuskan produsen obat untuk menjalani pengujian kadar ketoprofen dan memastikan bahwa produk mereka memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ditetapkan.
      Dengan melakukan pengujian penetapan kadar ketoprofen, dapat dipastikan bahwa obat tersebut berkualitas, aman, dan efektif untuk digunakan oleh manusia. Hal ini membantu menjaga kesehatan dan keamanan pasien serta memastikan bahwa pengobatan yang diberikan memberikan manfaat yang diharapkan.

      Hapus
  3. Dari yang anda jelaskan bahwa analisis menggunakan metode alkalimetri ini menggunakan larutan basa yang sesuai. Pertanyaan saya, mengapa metode ini menggunakan larutan basa? Bagaimana reaksi yang terjadi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan analisis saya dari jurnal ini https://journals.ubmg.ac.id/index.php/JHTS/article/download/247/186. Metode alkalimetri menggunakan larutan basa karena reaksi antara asam dan basa menghasilkan garam dan air. Dalam alkalimetri, kita menggunakan larutan basa untuk menentukan jumlah atau konsentrasi asam dalam sampel yang dianalisis.

      Reaksi asam-basa terjadi dengan adanya pertukaran ion H+ antara asam dan basa. Ketika larutan basa dititrasi dengan asam, titik ekivalen dicapai ketika jumlah mol asam yang ditambahkan setara dengan jumlah mol basa yang ada dalam larutan. Pada titik ini, reaksi antara asam dan basa telah selesai, dan larutan menjadi netral.

      Larutan basa yang sering digunakan dalam metode alkalimetri adalah larutan natrium hidroksida (NaOH) atau kalium hidroksida (KOH). Kedua basa ini dipilih karena memiliki stabilitas yang tinggi, mudah diperoleh, dan dapat dititrasi dengan berbagai asam. Selain itu, larutan basa juga dapat memberikan hasil yang akurat dan presisi dalam analisis.

      Hapus
  4. Dari video anda dijelaskan tentang titrasi alkalimetri, lalu apa kegunaan titrasi alkalimetri dalam analisis kimia?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer